Pelatihan berbasis praktik membekali guru dengan keterampilan memanfaatkan Google Gemini untuk mengembangkan web pembelajaran interaktif.
SIDRAP – Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM), melaksanakan pelatihan pemanfaatan Google Gemini bagi guru matematika di Kabupaten Sidenreng Rappang. Kegiatan berlangsung di SMAN 2 Sidenreng Rappang pada Jumat, 24 Juli 2026, bekerja sama dengan MGMP Matematika SMA/SMK Kabupaten Sidenreng Rappang.

Pembukaan kegiatan PKM Jurusan Matematika FMIPA UNM bersama MGMP Matematika SMA/SMK Kabupaten Sidenreng Rappang di SMAN 2 Sidenreng Rappang, Jumat (24/7/2026)
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Sulawesi Selatan, Dr. H. Settaraming, S.Pd., M.Si. Turut hadir Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidrap, Musyafir, S.Pd.; Ketua Jurusan Matematika FMIPA UNM, Ja’faruddin, M.Pd., Ph.D.; Ketua MGMP Matematika SMA/SMK Kabupaten Sidrap, Syarifuddin, S.Pd., M.Pd.; serta para kepala sekolah dan guru peserta.
Rangkaian kegiatan juga ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Arrangement (IA) antara Jurusan Matematika FMIPA UNM dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Sulawesi Selatan serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidrap. Kesepakatan tersebut memperkuat kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan profesional guru secara berkelanjutan.
Pelatihan Google Gemini menjadi salah satu kelas dalam rangkaian In House Training PKM Jurusan Matematika FMIPA UNM. Secara khusus, kelas ini diikuti oleh 14 guru matematika dan diarahkan untuk memperkuat keterampilan pemanfaatan kecerdasan buatan generatif dalam mendukung pengembangan pembelajaran.
Tim PKM diketuai oleh Fauziyyah Alimuddin, S.Pd., M.Pd., dengan anggota Prof. Dr. Baso Intang Sappaile, M.Pd., Dr. Ahmad Talib, M.Si., Dr. Ahmad Zaki, S.Si., M.Si., dan Khawaritzmi Abdallah Ahmad, S.Si., M.Eng. Pelaksanaan kegiatan juga didukung oleh mahasiswa sebagai bagian dari keterlibatan civitas akademika dalam kegiatan pengabdian.
Materi pelatihan dimulai dari pengenalan Artificial Intelligence (AI), generative AI, dan chatbot sebelum peserta masuk pada penggunaan Google Gemini. Tahapan ini diberikan agar guru tidak hanya mengenal aplikasi, tetapi memahami posisi AI sebagai teknologi yang dapat membantu pekerjaan profesional guru dan tetap memerlukan kendali serta verifikasi dari pengguna.
Salah satu fokus pelatihan adalah penyusunan prompt secara terstruktur menggunakan kerangka PARTS yang terdiri atas Persona, Act, Recipient, Theme, dan Structure. Melalui kerangka tersebut, peserta berlatih memberikan instruksi yang lebih jelas kepada Google Gemini agar keluaran yang dihasilkan lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.
Setelah memahami penyusunan prompt, peserta melakukan praktik langsung menggunakan fitur Canvas pada Google Gemini. Fitur tersebut dimanfaatkan untuk mengembangkan materi menjadi web pembelajaran interaktif. Peserta mengerjakan proses tersebut menggunakan perangkat masing-masing dan memperoleh pendampingan secara langsung dari tim pelaksana.

Pemanfaatan Google Gemini untuk mengembangkan web pembelajaran interaktif di SMAN 2 Sidenreng Rappang
Pendekatan hands-on membuat peserta tidak hanya menyaksikan demonstrasi. Mereka langsung mencoba menyusun prompt, mengembangkan konten, meninjau keluaran Gemini, dan memperbaiki hasil berdasarkan kebutuhan pembelajaran. Pendampingan individual diberikan ketika peserta mengalami kesulitan dalam menggunakan fitur, merumuskan instruksi, atau menyesuaikan keluaran AI.

Pendampingan langsung kepada peserta selama praktik penggunaan Google Gemini.
Dalam proses tersebut, Google Gemini ditempatkan sebagai asisten pengembangan pembelajaran, bukan sebagai pengganti keputusan profesional guru. Peserta tetap diarahkan untuk memeriksa isi, ketepatan konsep matematika, bahasa, struktur materi, dan kesesuaian hasil dengan karakteristik peserta didik sebelum produk digunakan dalam pembelajaran.
Respons peserta terhadap kegiatan menunjukkan hasil yang positif. Dari delapan respons evaluasi yang mencantumkan kelas Google Gemini, rata-rata penilaian mencapai 3,78 dari skala maksimum 4,00 atau setara dengan 94,4 persen dari skor maksimum. Seluruh jawaban pada butir evaluasi berada pada skor 3 dan 4.
Komentar peserta juga menunjukkan adanya minat terhadap kegiatan lanjutan. Sejumlah guru mengharapkan pelatihan serupa kembali dilaksanakan, sementara beberapa peserta menyarankan agar durasi praktik diperpanjang sehingga mereka memiliki kesempatan lebih banyak untuk mengeksplorasi fitur Google Gemini dan menyempurnakan produk yang dikembangkan.
Ketua MGMP Matematika SMA/SMK Kabupaten Sidrap, Syarifuddin, S.Pd., M.Pd., menyambut positif kolaborasi tersebut dan berharap kerja sama dengan Jurusan Matematika FMIPA UNM dapat terus berlanjut agar guru matematika di Sidrap memperoleh akses terhadap berbagai inovasi pembelajaran terbaru.
Melalui kegiatan ini, FMIPA UNM memperkuat kontribusinya dalam pengembangan kompetensi profesional guru di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan. Kolaborasi dengan MGMP Matematika Kabupaten Sidenreng Rappang diharapkan menjadi ruang berbagi praktik baik antara perguruan tinggi dan sekolah, terutama dalam pemanfaatan teknologi yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran.
Pelatihan Google Gemini ini juga menunjukkan bahwa pemanfaatan AI dalam pendidikan tidak perlu berhenti pada pencarian informasi atau pembuatan jawaban secara instan. Guru perlu mampu mengarahkan, mengevaluasi, dan memperbaiki keluaran AI agar teknologi tersebut benar-benar berfungsi sebagai pendukung pembelajaran yang bermakna
