Makassar — Semangat membangun pendidikan matematika yang lebih kuat, kolaboratif, dan berwawasan global hadir dalam kegiatan “Diaspora Berdampak General Lecture” yang diselenggarakan oleh Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM). Kegiatan ini menghadirkan Prof. Wanty Widjaja, Professor pada Deakin University, Australia, sebagai narasumber utama.
Kegiatan tersebut menjadi ruang akademik untuk mempertemukan pengalaman akademisi diaspora Indonesia di tingkat internasional dengan sivitas akademika di tanah air. Tidak hanya menghadirkan wawasan baru, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mendorong lahirnya jejaring, gagasan, dan kolaborasi yang dapat memberikan dampak nyata bagi pengembangan pendidikan matematika.

Ketua Jurusan Matematika FMIPA UNM, Ja’faruddin, Ph.D., dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan semacam ini sebagai trigger dan sumber motivasi bagi para peneliti muda. Kehadiran akademisi dengan pengalaman internasional diharapkan dapat membuka perspektif baru sekaligus mendorong mahasiswa dan dosen muda untuk semakin berani mengembangkan penelitian yang berkualitas dan memiliki kontribusi lebih luas.
Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FMIPA UNM, Prof. Awi, yang hadir mewakili Dekan FMIPA UNM. Dalam sambutannya, Prof. Awi menyampaikan bahwa kegiatan dengan tema seperti ini sangat dibutuhkan oleh Jurusan Matematika dan FMIPA UNM.
Menurutnya, forum tersebut sejalan dengan program universitas dalam mengembangkan institusi melalui penguatan jejaring akademik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembelajaran dari pengalaman akademisi yang memiliki rekam jejak di tingkat internasional. Kehadiran Prof. Wanty Widjaja menjadi kesempatan berharga bagi sivitas akademika untuk memperoleh pembelajaran langsung mengenai perkembangan pendidikan matematika dalam konteks global.

“Matematika dan FMIPA membutuhkan kegiatan seperti ini. Kita dapat belajar langsung dari pengalaman dan praktik akademik yang berkembang di lingkungan internasional, sekaligus menjadikannya sebagai inspirasi untuk mengembangkan institusi,” ungkapnya.
Dalam sesi General Lecture, Prof. Wanty Widjaja membahas secara mendalam mengenai ekosistem pembelajaran matematika. Salah satu fokus yang menjadi perhatian adalah Lesson Study sebagai pendekatan kolaboratif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui proses perencanaan, observasi, refleksi, dan perbaikan yang dilakukan secara berkelanjutan.


Pembahasan tersebut memberikan perspektif bahwa peningkatan kualitas pembelajaran matematika tidak hanya bergantung pada kemampuan individual seorang guru atau dosen, tetapi juga membutuhkan ekosistem akademik yang memungkinkan terjadinya kolaborasi, refleksi, berbagi praktik, dan pengembangan pengetahuan secara terus-menerus.

Pengalaman Prof. Wanty dalam mengembangkan dan mengkaji pendidikan matematika di Australia memberikan warna tersendiri dalam diskusi. Para peserta memperoleh kesempatan untuk melihat bagaimana pembelajaran matematika dapat dikembangkan melalui budaya kolaboratif dan penelitian yang terhubung langsung dengan praktik pembelajaran.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Kolokium Pendidikan Matematika. Forum ini menghadirkan dua mahasiswa sebagai panelis yang mempresentasikan topik penelitian mereka, khususnya yang berkaitan dengan etnomatematika.
Kolokium berlangsung dalam suasana akademik yang interaktif. Para mahasiswa tidak hanya memaparkan gagasan dan hasil penelitian, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mendapatkan masukan secara langsung dari akademisi berpengalaman. Prof. Wanty Widjaja memberikan sejumlah saran konstruktif untuk memperkuat arah dan kualitas penelitian yang dipresentasikan.
Masukan juga datang dari sejumlah peserta yang turut terlibat aktif dalam diskusi. Interaksi tersebut menjadikan kolokium bukan sekadar forum presentasi hasil penelitian, melainkan ruang belajar bersama untuk mempertajam pertanyaan penelitian, memperkuat landasan teoretis, serta memastikan penelitian pendidikan matematika memiliki kontribusi yang bermakna.
Kegiatan Diaspora Berdampak General Lecture pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar kuliah umum. Forum ini mempertemukan pengalaman akademik global dengan semangat pengembangan pendidikan matematika di tingkat lokal. Kehadiran diaspora akademik seperti Prof. Wanty Widjaja menunjukkan bahwa jejaring internasional dapat menjadi jembatan untuk menghadirkan pengetahuan, inspirasi, dan kolaborasi yang berdampak bagi generasi akademisi berikutnya.


Dari diaspora, hadir inspirasi. Dari ruang akademik, lahir kolaborasi. Dan dari penelitian yang terus diasah, tumbuh gagasan-gagasan baru untuk membawa pendidikan matematika Indonesia melangkah lebih jauh. Diaspora Berdampak bukan sekadar tentang mereka yang berkiprah di luar negeri, tetapi tentang bagaimana pengalaman global kembali menjadi energi untuk membangun dan memberi dampak di tanah air.








