Forum Alumni UTM Hadirkan Dosen FMIPA UNM Berbagi Pengalaman Akademis dan Tantangan Pendidikan Matematika

Kuala Lumpur, 8 Juni 2026 — Universiti Teknologi Malaysia (UTM) menyelenggarakan Forum Alumni Series 2026 dengan menghadirkan Associate Professor Muhammad Ammar Naufal, M.Ed., Ph.D. dari Universitas Negeri Makassar sebagai salah satu narasumber utama dan juga Muhammad Nasiru Hassar, Ph.D. dari Sokoto State University, Nigeria. Forum tematik “Beyond the Thesis: Alumni Perspectives on Mathematics Education, Research, and Career Growth” menghadirkan diskusi mendalam tentang perjalanan akademis, pengembangan penelitian, dan tantangan pendidikan matematika kontemporer.

Pengalaman Pascasarjana di UTM

Dr Naufal, yang merupakan Dosen Berprestasi 1 FMIPA UNM dan juga Dosen Jurusan Matematika, menceritakan perjalanan pascasarjananya di UTM Johor Bahru sejak tahun 2015. Dengan bimbingan Prof. Dr. Salleh Abu, Assoc. Prof. Dr. Abdul Halim Abdullah, dan Assoc. Prof. Dr. Sharifah Osman, ia belajar bahwa penelitian pendidikan matematika memerlukan landasan teori pembelajaran yang kuat dan rujukan yang sahih.

“Sejak awal, Prof melatih saya menyusun time schedule yang terperinci untuk setiap tahun dan semester. Saya dibiasakan melihat semua aspek dengan teliti, dari tulisan, logika argumen, sampai ketepatan waktu,” cerita Dr Naufal kepada peserta forum yang terdiri dari lebih dari 40 mahasiswa dan peneliti muda.

Filosofi disiplin dan ketelitian akademis yang ia terima, kini diterapkannya dalam membimbing mahasiswa di UNM. Bagi Dr Naufal, pengalaman pascasarjana bukan hanya tentang menyelesaikan tesis, tetapi membangun budaya riset yang rapi dan berdampak.

Tantangan Pendidikan Matematika Era Digital

Ketika membahas tantangan pendidikan matematika saat ini, Dr Naufal menyoroti cepatnya perkembangan teknologi dan artificial intelligence pasca pandemi Covid-19. Menurutnya, di era digital, siswa cenderung bergantung pada teknologi sebelum berpikir sendiri, yang menjadi tantangan serius bagi pendidik.

“Teknologi memberikan kemudahan, tetapi juga menciptakan tantangan bagi guru yang perlu memanfaatkannya secara efektif untuk mendukung pembelajaran mendalam, bukan menggantikan proses berpikir siswa,” jelasnya.

Dr Naufal juga mengangkat isu penting tentang integrasi teknologi dengan kearifan lokal. Menurutnya, banyak praktik dan nilai lokal mulai tergeser oleh teknologi modern tanpa disadari. Peneliti pendidikan matematika perlu mempertimbangkan bagaimana mengintegrasikan inovasi teknologi dengan konteks lokal untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna dan relevan.

Nasihat untuk Mahasiswa Sarjana dan Pascasarjana

Dalam memberikan nasihat kepada mahasiswa yang sedang menjalani perjalanan akademis mereka, Dr Naufal menekankan empat poin utama. Pertama, jaga hubungan dengan Allah sebagai fondasi spiritual. Kedua, bangun komunikasi yang baik dengan supervisor karena kesuksesan akademis banyak bergantung pada bimbingan mereka.

Ketiga, gunakan teknik ATM: Ambil, Tiru, Modifikasi. “Pelajari dari peneliti lain, pahami pendekatan mereka, lalu sesuaikan dengan konteks riset Anda. Ini bukan meniru buta, tetapi belajar secara kreatif,” ujarnya.

Keempat, bergabunglah dengan komunitas akademis. “Jangan jalani perjalanan ini sendirian. Dari komunitas, Anda mendapatkan semangat, inspirasi, dan solusi yang tidak terduga,” tambah Dr Naufal.

Refleksi Pengembangan Publikasi

Ketika diminta merefleksikan apa yang ingin dilakukan berbeda, Dr Naufal mengungkapkan bahwa ia ingin mulai publikasi lebih awal. “Paper publikasi adalah daya jual utama kita. Kalau boleh mengulang, saya ingin merencanakan strategi publikasi sejak awal, tidak menunggu tesis hampir selesai,” katanya.

Namun, ia tetap menekankan bahwa tesis tetap harus menjadi prioritas utama. Keseimbangan antara menyelesaikan tesis dan membangun rekam jejak publikasi adalah kunci kesuksesan jangka panjang.

Forum yang berlangsung dua jam ini menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta dalam berdiskusi tentang tantangan nyata dalam pendidikan matematika dan strategi mengembangkan karir akademis.

Detail Acara: Tanggal: 8 Juni 2026 | Waktu: 16.00–17.30 | Platform: Google Meet Narasumber: Dr Muhammad Ammar Naufal (UNM) dan Dr Muhammad Nasiru Hassan (Sokoto State University, Nigeria) Moderator: Ms Siti Hajar Sulaiman

Translate »