Makassar – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Matematika, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Makassar. Sebanyak 49 mahasiswa berhasil meraih sertifikasi kompetensi internasional dari Google for Education dengan kualifikasi “Siswa Tersertifikasi Gemini” tingkat Universitas.
Salah satu mahasiswa yang berhasil lulus sertifikasi tersebut adalah Nur Amelia, mahasiswa angkatan 2024. Ia menjadi bagian dari puluhan calon pendidik matematika yang kini telah diakui kompetensinya dalam pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk kebutuhan pendidikan.
Ketua Program Studi Pendidikan Matematika UNM, Dr. Fajar Arwadi, M.Sc., menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan tonggak penting dalam transformasi pembelajaran berbasis teknologi di lingkungan prodi.
“Sertifikasi ini menandai kesiapan mahasiswa kami menghadapi era pendidikan berbasis kecerdasan buatan. Calon guru saat ini tidak cukup hanya menguasai materi dan pedagogik, tetapi juga harus mampu mengintegrasikan teknologi AI secara bijak dan inovatif,” ujarnya di Makassar, Sabtu (28/2/2026).
Menurutnya, keberhasilan 49 mahasiswa tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa Pendidikan Matematika UNM memiliki inisiatif dan daya saing global. Sertifikasi ini menjadi bukti konkret bahwa mereka siap menjadi pendidik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Pengakuan Global Berstandar Internasional
Sertifikat “Siswa Tersertifikasi Gemini” merupakan pengakuan resmi berskala internasional yang diterbitkan langsung oleh Google for Education. Sertifikasi ini diberikan kepada peserta yang lulus uji kompetensi dalam penggunaan AI Google, khususnya model Gemini, untuk kepentingan pendidikan.
Beberapa aspek utama yang diuji dalam sertifikasi ini meliputi:
- Kemampuan merancang prompt dan instruksi efektif,
- Analisis serta pengolahan data berbasis AI,
- Pemanfaatan AI untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran,
- Kolaborasi etis dan produktif dengan teknologi kecerdasan buatan.
Sertifikat tersebut berlaku selama tiga tahun hingga 2029, menandakan bahwa para mahasiswa memiliki kompetensi AI yang relevan dan mutakhir.
Mendorong Inovasi Pembelajaran Matematika
Integrasi AI dalam pendidikan matematika dinilai mampu menghadirkan pendekatan pembelajaran yang lebih kreatif dan personal. Dengan bekal sertifikasi ini, mahasiswa diharapkan mampu:
- Menyusun perangkat pembelajaran yang inovatif,
- Memvisualisasikan konsep-konsep matematika abstrak agar lebih mudah dipahami,
- Mengembangkan instrumen evaluasi berbasis teknologi yang interaktif,
- Mengoptimalkan pembelajaran yang adaptif sesuai kebutuhan siswa.
Capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan Program Studi Pendidikan Matematika, tetapi juga diharapkan menjadi inspirasi bagi program studi lain di UNM untuk meningkatkan kompetensi digital dan literasi teknologi mahasiswanya.
Langkah progresif ini semakin mengukuhkan komitmen UNM dalam mencetak lulusan pendidik yang kompeten, inovatif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan di era global berbasis kecerdasan buatan.

